Terbaru

Strategi Pemilihan Saham Murah dengan PEG dan PBV di Pasar Modal

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Dalam berinvestasi di pasar saham, mencari saham yang harganya murah relatif terhadap laporan keuangan adalah langkah yang masuk akal. Ini umumnya diukur dengan Price Earnings Ratio (PER) yang rendah, biasanya di bawah angka seperti 5, dan saham dengan pertumbuhan laba yang tinggi.

Untuk menilai kedua faktor ini, kita dapat menggunakan PEG (Price/Earnings to Growth ratio) yang merupakan PER dibagi dengan pertumbuhan laba bersih per saham. PEG yang lebih kecil dari satu dianggap sebagai saham yang murah.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di indeks IDX 30, beberapa saham dengan PEG di bawah 1 kali ditemukan. Sebagian besar berasal dari sektor energi, seperti ITMG, ADRO, PTBA, dan HRUM, serta beberapa dari sektor lainnya seperti barang baku, perindustrian, konsumen primer, dan perbankan.

Selanjutnya, PEG digabungkan dengan Price to Book Value (PBV) untuk mencari saham yang murah dari segi pertumbuhan laba dan nilai buku. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa saham di bawah garis regresi dianggap relatif murah dari segi PEG dan PBV dibandingkan dengan saham-segrup di IDX 30. Ada beberapa saham yang sangat murah seperti INDF, PGAS, ADRO, dan ASII, sementara lainnya termasuk dalam kategori yang murah.

Pemilihan saham tergantung pada strategi dan profil risiko masing-masing investor. Investor yang mencari saham sangat murah bisa memilih berdasarkan grafik, dengan bersiap untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, sementara yang tidak nyaman dengan sektor energi dapat mempertimbangkan alternatif di sektor lainnya seperti barang konsumen primer atau perbankan. Jangan lupa untuk melakukan analisis lebih lanjut terhadap prospek industri dan saham untuk masa depan sebelum membuat keputusan investasi.

Terbaru
Kategori
Topik